Selamat Sore menjelang Malam mber...
Kali ini Admin akan Posting tentang info Istilah - Istilah Broadcasting
Audio Visual : Sebutan bagi perangkat yang menggunakkan
unsur suara dan gambar.
Art Director : Sebutan bagi pengarah seni artistik dari
sebuah produksi.
Asisten Produser : Seseorang yang membantu produser dalam
menjalankan tugasnya.
Audio Mixing : Proses penyatuan dan penyelarasan suara
dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.
Angle : Sudut pengambilan gambar.
Animator : Sebutan bagi seseorang yang beprofesi
sebagai pembuat animasi.
Audio Effect : Efek suara.
Atmosfir /Ambience : Suara natural dari objek gambar.
Broadcasting : Proses pengiriman sinyal ke berbagai
lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio,
televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya.
Broadcaster : Sebutan bagi seseorang yang bekerja
dalam industri penyiaran.
Background : Latar belakang.
Blocking : Penempatan objek yang sesuai dengan
kebutuhan gambar.
Bridging scene : Adegan perantara diantara adegan –
adegan lainnya.
Back Light : Penempatan lampu dasar dari sudut
belakang objek.
Rundown : Penentuan gambar yang sesuai dengan
naskah atau urutan acara.
Bumper In : Penanda bahwa program acara TV dimulai
kembali setelah iklan komersial.
Bumper Out : Penanda bahwa program acara TV akan
berhenti sejenak karena iklan komersial.
Credit Title : Urutan nama tim produksi dan pendukung
acara.
Chroma Key : Sebuah metode elektronis yang melakukan
penggabungan antara gambar video yang satu dengan gambar video lainnya
dimana dalam prosesnya digunakan teknik Key Colour yang dapat diubah sesuai
kebutuhan foreground dan background.
Cutting on Beat : Teknik pemotongan gambar berdasar
tempo.
Teaser : Sebutan bagi adegan atau gambar yang
akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus
ditunda karena ada jeda iklan komersial.
Cut : Pemotongan gambar.
Cutting : Proses pemotongan gambar.
Camera Blocking : Penempatan posisi kamera yang sesuai
dengan kebutuhan gambar.
Crazy Shot : Gambar yang direkam melalui kamera yang
tidak beraturan.
Compotition : Komposisi.
Continuity : Kesinambungan.
Cross Blocking : Penempatan posisi objek secara silang
sesuai dengan kebutuhan gambar.
Crane : Katrol khusus untuk kamera dan penata
kamera yang dapat bergerak keatas dan kebawah.
Clip On : Mikrofon khusus yang dipasang pada
objek tanpa terlihat.
Casting : Proses pemilihan pemain lakon sesuai
dengan karakter dan peran yang akan diberikan.
Desain Compugrafis : Rancangan grafis yang digambar melalui
tekhnologi komputer.
Durasi : Waktu yang diberikan atau dijalankan.
Dissolve : Tekhnik penumpukan gambar pada editing
maupun syuting multi kamera.
Depth of Field : Area dimana seluruh objek yang diterima
oleh lensa dan kamera muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini
dipengaruhi oleh jarak antara objek dan kamera, focal length dari lensa dan
f-stop.
Dialogue : Percakapan yang muncul dalam adegan.
Dramatic Emotion : Emosi gambar secara dramatis.
Dubbing : pengisian suara / narasi .
Editing : Proses pemotongan gambar.
Ending Title : Urutan nama yang dicantumkan pada akhir
movie.
Establish Shot : Gambar pengenalan yang natural dan
wajar.
Focus : Penyelarasan gambar secara detail,
tajam, dan jernih hingga mendekati objek aslinya.
Final Editing : Proses pemotongan gambar secara
menyeluruh.
Floor Director : Seseorang yang bertanggung jawab
membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara, dari master kontrol ke
studio produksi.
Filter Camera : Filter yang digunakan untuk kamera.
Footage : Gambar – gambar yang tersedia dan dapat
digunakan.
Foreground : Latar depan.
Hunting Location : Proses pencarian dan penggunaan lokasi
terbaik untuk syuting.
Headset : Digunakan untuk dapat mendengarkan suara
sutradara.
Hand held : Tekhnik penggunaan kamera dengan tangan
tanpa tripod.
Intercut : Gambar penghubung antar sequence satu
ke yang lain.
Jumping Shot : Proses pengambilan gambar secara tidak
berurutan.
Juncta Position : Kondisi dimana latar belakang menjadi
satu dengan obyek dan sangat mengganggu.
Jimmy Jib : Katrol kamera otomatis yang digerakkan
dengan remote.
Job Description : Deskripsi tentang jenis pekerjaan.
Jeda Komersial : Saat penayangan iklan komersial diantara
acara televisi.
Job Title : Penamaan jabatan pada pekerjaan.
Kreator : Sebutan bagi seseorang yang menciptakan
karya kreatif.
Lighting : Penataan cahaya.
Lighting Effect : Efek dari penataan cahaya.
Lensa Wide : Digunakan untuk memperbesar sudut
pandang pengambilan gambar dari kamera.
Lensa Super Wide : Digunakan untuk sangat memperbesar
sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.
Master Control : Perangkat teknis utama penyiaran untuk
mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada
produksi untuk siaran live show maupun recorded.
Main Object : Target pada objek utama.
Monitor : Digunakan untuk memantau gambar.
Master Video : Video utama berisikan rekaman acara
televisi yang siap untuk ditayangkan maupun disimpan.
Multi Camera : Sistem dari tata produksi audio visual
yang syuting secara bersamaan dengan menggunakan sejumlah kamera.
Master Shot : Gambar pilihan utama dari sebuah adegan
yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan saat melakukan editing.
Noise : Gangguan pada sirkulasi signal audio
maupun video yang mengganggu program acara.
News Director : Direktur pemberitaan yang bertanggung
jawab atas seluruh isi pemberitaan yang disiarkan secara aktual
berdasarkan fakta.
Off Line : Proses editing awal untuk memilih
gambar terbaik dengan time code dari berbagai stock shot sesuai dengan
kebutuhan adegan. Hasil dari gambar tersebut ditransformasikan dalam bentuk
workprint dengan EDL (edit decision List).
On Line : Proses akhir editing untuk
menyempurnakan, mempercantik dan memperindah gambar setelah melalui proses
off line.
Opening Scene : Adegan yang dirancang khusus untuk
membuka acara atau cerita. Biasanya adegan ini dikemas kreatif dan menarik
untuk mendpatkan perhatian penonton.
Opening Shot : Komposisi sudut pengambilan gambar pada
awal adegan atau acara yang dirancang khusus untuk menarik perhatian
penonton.
OB Van : Outside Broadcasting Van, mobil khusus
yang membawa perangkat tekhnis penyiaran audio dan video untuk memproduksi
program diluar studio. Dapat juga digunakan untuk master control bagi
siaran langsung.
Over Exposed : Kondisi dimana pencahayaan terlalu
terang.
Property : Berbagai aksesori.
Program Directing : Penyutradaraan program televisi.
Programming : Tekhnik penyusunan program acara
televisi yang ditayangkan secara berurutan.
Praproduksi : Berbagai kegiatan persiapan sebelum
pelaksanaan produksi dimulai.
Paskaproduksi : Proses penyelesaian akhir dari
produksi.Biasanya istilah ini digunakan pada proses editing.
Produser : Pimpinan produksi yang bertanggung
jawab kepada seluruh kegiatan pengkoordinasian pelaksanaan praproduksi,
produksi sampai paskaproduksi.
Rating : Perhitungan secara statistikal untuk
mengukur tingkat popularitas program acara televisi terhadap penonton.
Rundown : Susunan isi dan alur cerita dari
program acara televisi yang dibatasi oleh durasi, jeda komersial, segmentasi,
dan bahasa naskah.
Run Through : Latihan akhir bagi seluruh pendukung
acara televisi yang disesuaikan dengan urutan acara sesuai dalam rundown.
Reportase : Sebuah laporan perjalanan atau liputan
lapangan yang digunakan untuk mendukung data – data aktual dan faktual.
Retake : Pengulangan pengambilan adegan gambar.
Shot : Ambil Gambar.
Simply Shot : Gambar yang diambil dari sudut yang
mudah.
Sequence : satu rangkaian gambar yang terdiri dari
berbagai angle dan ukuran shot yang menggambarkan suatu kejadian
Stand By : Komando akhir yang menunjukkan bahwa
seluruh komponen produksi telah siap untuk melaksanakan syuting.
Stock Shot : Berbagai bentuk gambar yang diciptakan
untuk dijadikan pilihan pada saat gambar gambar tersebut memasuki proses
editing.
Suspense : Istilah yang digunakan untuk
menunjukkan adegan – adegan yang menegangkan dan mengundang rasa was was
bagi penonton.
Sound : Penataan suara.
Sound Effect : Efek suara yang diciptakan atau
digunakan untuk mendukung suasana dari adegan.
Steady Shot : Gambar sempurna dan tidak terlalu
banyak bergerak, yang dapat dinikmati dengan posisi diam.
Switcher : Istilah populer bagi perangkat tekhnis
untuk memindah-mindahkan pemilihan gambar dari berbagai stock shot maupun
input kamera. Alat ini digunakan untuk syuting multi kamera.
Switcherman : Seseorang yang bertugas melaksanakan
proses pemindahan gambar sesuai dengan komando sutradara.
Streaming : Proses pengiriman gambar via internet.
Studio : Lokasi khusus tempat pelaksanaan kerja
produksi berlangsung. Dapat untuk melaksanakan syuting (shooting studio)
maupun untuk editing (post production studio).
Sound Mixer : Mixer pengendali dari berbagai input
suara yang dipilah melalui sejumlah jalur (track).
Slow Motion : Pergerakkan gambar yang diperlambat
sesuai dengan kebutuhan alur cerita.
Technical Director : Pengarah / Direktur tehnik.
Teleprompter : piranti didepan kamera yang membantu
presenter membaca naskah.
Take : Istilah yang digunakan untuk dan pada
saat pengambilan gambar berlangsung. Dapat juga digunakan sebagai catatan
pada naskah.
Two Shot : Istilah komando sutradara yang
seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada dua objek yang
dituju.
Three Shot : Istilah komando sutradara yang
seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada tiga objek yang
dituju.
Theme Song : Lagu khusus yang diciptakan atau
dipakai sebagai pendukungikatan emosi dari program acara kepada penonton.
Up Link : Proses Pengiriman gambar via satelit.
Under Exposed : Kondisi dimana pencahayaan kurang /
lemah cenderung gelap.
VTR : Video Tape Recording.
Voice Over (VO) : Suara dari announcer atau penyiar untuk
mendukung isi cerita namun tidak tampak dilayar televisi.
Vision Mixer : Sebutan lain untuk istilah populer
“switcher”.
Wireless Camera : Kamera yang menggunakan transmisi signal
untuk mengirimkan hasil gambar tanpa menggunakan kabel.
White Balance : Prosedur untuk mengkoreksi warna gambar
dari kamera dengan mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum cahaya.
Umumnya prosedur ini menggunakan cahaya putih sebagai dasar.
Wardrobe : Berbagai aksesori pendukung kostum